Baby G: Gentle, Genious, Ghazy

Oleh Mutiara Khodijah pada 25 September 2012 pukul 13:51

Hari ini, genap 23 hari aku menikmati hari dan malam malam indahku bersama bayi ganteng nan lucu, Ghazy Abdurrahman Rabbani..aku seperti baru terbangun dari tidur panjang, karena bisa melahirkan seindah ini rasanya hanya mimpi bagiku. 

Bersyukur aku mengenal Gentle birth meski baru di trimester akhir kehamilan. Dari sini aku belajar bahwa tidak ada kata terlambat jika kita memang ingin mempersembahkan persalinan terindah bagi ananda tercinta. Persalinan yang dengan bahagia kita ceritakan nanti, bahwa kita bahagia melahirkannya.

Image

Awal kehamilan

Aku menikmati kehamilan pertama, yang kami ketahui persis empat pekan setelah pernikahan. Kami melangsungkan akad nikah pada tanggal 19 november 2011. Jadwal haidku bulan itu maju. HPHT tanggal 15, dan tanggal 18 sudah selesai. Mungkin itu saat subur, sehingga ketika bulan berikutnya aku terlambat beberapa hari, suamiku pun membelikan test pack untuk memastikan.  Hasilnya? Negatif. Tapi tubuhku seringkali lemah, terasa mual, dan linu di area bawah perut. Kami pun memutuskan untuk ke dokter spesialis obstetric ginekolog (dsog) di RS terdekat. Kebetulan Dsog ini adalah kenalan ibu, paman, dan sekaligus mertuaku sehingga ibuku pun ‘menitipkan’ aku untuk melahirkan dengannya.

Hasil pemeriksaan beliau saat itu belum menunjukkan adanya janin yang jelas, namun rahimku membesar dan nampak ada sebuah kista endometriosis di salah satu ovarium. Dsog ku lalu memintaku melakukan test urine. Dan wow, hasil lab menunjukkan bahwa aku positif hamil! Aku menghambur dalam pelukan suami, dengan tangis haru. Suamiku bahagia luar biasa, namun juga khawatir dengan kesehatanku meningat beberapa hari lagi kami akan melangsungkan resepsi pernikahan. 24 desember 2011..

Mual, muntah, dan keluhan awal yang biasa dialami ibu hamil saat trimester pertama juga kualami. Agak hebat, sehingga aku seringkali benar benar lemas dan hanya berbaring di tempat tidur. Beruntung Tuhan mengaruniakanku mertua yang luar biasa baik, yang saking sayangnya melarangku melakukan aktivitas rumah tangga yang berat, hehe.. (keenakan). Keluhan awal ini membuatku memutuskan untuk resign sementara, karena kenginanku dan suami untuk berfokus menjaga kandungan. Awalnya aku iri dengan mereka yang bisa hamil ‘kebo’, tanpa keluhan apapun dan bisa beraktivitas normal. Namun aku meyakini keadaan kandungan setiap orang berbeda dan aku harus menjaga kandngan ini dengan sebaik-baiknya.

Yang agak mengherankan adalah, aku sering merasakan nyeri (bukan mulas) di bagian perut bawah, yang bukan merupakan gejala kehamilan yang kuketahui. Suatu hari aku merasakan nyeri yang luar biasa dan sulit kutahan. Saat itu aku mulai khawatir dengan janinku. Bagaimana jika nyeri ini karena kistanya tumbuh membesar? Aku dan suami kemudian kembali ke RS dan memeriksakan diri. Dan maha suci Allah, ternyata janin kami telah tumbuh pesat dan kistanya hilang! Memang 90% kecemasan itu tidak pernah terjadi. aku kemudian memulai babak baru optimis dengan kandunganku. (Karena panjang.. tulisan ini dibuat bersambung ya.. 🙂 part 2 nya di sini).

Iklan

2 pemikiran pada “Baby G: Gentle, Genious, Ghazy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s