:)

“Allah -lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rizki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”(QS ar-Ruum: 40).

Iklan

why do bad things happen?

Sabar itu pada pukulan PERTAMA :’)

Scientia Afifah

Di pengajian dwi pekanan east bay beberapa hari yang lalu, ada salah seorang Ibu muda yang bercerita bahwa terdapat sekitar 40 % masyarakat Amerika yang menenggak pil penenang sebagai obat anti depresi. Selain itu, dua profesi yang marak dan menempati profesi papan atas di sini (US) adalah psikiater dan divorce lawyer. 

Saya tercenung mendapati fenomena tersebut. Di sebuah negara yang diagung-agungkan sebagai negara pelindung kebebasan dan hak asasi manusia, nyatanya jiwa masyarakatnya kering. Di sebuah negara yang mewajibkan car seat untuk anak-anak demi keselamatan, sayangnya tidak ada “pengaman jiwa” anak-anak berupa kasih sayang yang meneduhkan dari kedua orang tuanya.

Teringat di benak saya penjelasan salah satu muslim scholar, Ustadz Nouman Ali Khan, tentang hakikat musibah dan bagaimana seharusnya orang beriman menyikapinya. Beliau mencoba mentadabburi salah satu ayat al-Qur’an yang membahas soal musibah, yakni surat Al-Baqarah ayat 155-156.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan…

Lihat pos aslinya 698 kata lagi

Comberan Facial Wash dan Penjual Kerupuk

Empati itu… ga ngebut pas bawa mobil di tengah genangan

Siang itu, selepas menjenguk seorang sahabat yang mengalami pendarahan saat kehamilan keduanya, aku dan teman temanku bersiap untuk kembali ke kantor. Keluar dari lift Rumah Sakit di bilangan Pondok Bambu, hujan sudah nampak dari pintu kaca. Kami tetap bersikukuh ingin pulang, dan sepakat untuk menerabas hujan (dengan jas hujan tentunya). Baca lebih lanjut

Permainan Anak anak Palestina

Tulisan ini,, Masya Allah bagus. Maafkan bila hari ini postingan di sini hanya kutipan. Tapi ia sungguh, menggetarkan. Tulisan ini diambil dari sini yang berjudul “Anak anak Palestina Bukan Bermain biasa dan Bukan Anak Biasa”:

Kata kak Seto, dunia anak-anak adalah dunia bermain. Melalui permainanlah anak-anak mengekspresikan dirinya terhadap apa yang mereka lihat dan rasakan.

Maka lumrah jika anak-anak akan merasa bisa terbang setelah menonton film Superman; akan merasa bisa loncat sana-sini setelah nonton film Batman; atau anak-anak perempuan yang merasa dirinya menjadi seorang putri kerajaan setelah menonton film Frozen, dan lain sebagainya.

Semua anak-anak akan mengalami proses yang sama. Melihat… merasakan… kemudian mewujud dalam sebuah permainan. Dimanapun mereka berada.

Pun dengan anak-anak Palestina. Mereka juga sama. Hanya bedanya, yang mereka saksikan bukanlah tokoh-tokoh fiktif. Yang mereka saksikan adalah para syuhada yang diterjang peluru atau dihantam roket, yang jenazah mereka diangkat diatas keranda untuk kemudian diantarkan oleh ratusan hingga ribuan orang.

Mereka melihat…. mereka merasakan, kemudian mewujud dalam sebuah permainan, seperti pada gambar diatas.

“Yuk, kita main syahid-syahidan,” mungkin seperti itu celotehan anak-anak Palestina ini. Dengan ekspresi penuh kegembiraan, BUKAN ketakutan.

Generasi yang luar biasa! Syahid di jalan Allah sudah menjadi cita-cita mereka sejak kecil..

Maka… bagaimana mungkin zionis israel mampu menghadapi generasi yang ringan menghadapi kematian, sebagaimana mereka (zionis) berat meninggalkan kehidupan.

Itulah sebabnya anak-anak Palestina kerap menjadi buruan tentara-tentara biadab zionis israel, bahkan ketika anak-anak itu masih berada dalam kandungan ibu-ibu mereka.

Sekarang… mari bertanya pada diri kita. Tontonan apa yang kita suguhkan untuk anak-anak kita? Apakah tokoh banci macam ‘bang sally’ di serial Upin-Ipin yang kita suguhkan untuk kemudian ditiru oleh anak-anak kita?

Erwin Al-Fatih
(Penyayang Anak)

Bisa Minta Harga (E)Mas Hari ini?

mba kikau

Pertanyaan di atas hampir setiap hari, alhamdulillah.. masih mampir ke inbox whatsApp saya. Walaupun Toko emas online yang saya jadi mimin di situ sudah tutup, ternyata permintaan masih adaa aja. Tutup? Ya. Toko emas Madani Goldink yang cetarr membahana itu sudah ditutup oleh founder sekaligus advisornya, Mba Kaukabus Syarqiyah, Cfp yang punya panggilan mesra Mba Kikau.  Baca lebih lanjut