13 Alasan Ibu Bekerja

muslimah bekerja

Anda pasti sudah tak asing dengan meme yang menghubungkan anak dengan perhiasan, dan ‘ketegaan’ ibu meninggalkan anaknya di rumah untuk bekerja. Yah,, di era saat ini yang lagi happening memang bukan lagi menjadi wanita karier, tapi justru menjadi ibu rumah tangga/ Stay At Home Mom. Banyak tema mom war yang menarik di dunia maya. ASI vs Sufor, Vaksin vs AntiVaksin, Full Time Mother (lebih sering disebut Stay at Home Mom/ SAHM) vs Working Mom, dll. Menarik, kita kupas salah satunya ya.

Masa masa 5 tahun pertama anak seringkali disebut oleh para ahli sebagai golden age, usia keemasan di mana anak ibarat sebuah sponge yang menyerap apapun dari lingkungannya. ya! anak adalah peniru paling ulung. Modelling atau imitating, adalah istilah yang kerap menggambarkan betapa sang anak sangat jeli mengobservasi lingkungan dan mengcopynya kembali. Hatta ia tak melihat sekalipun, tapi anak mendengar dan ia menyerapnya! Alhamdulillah orang tua zaman sekarang mulai melek dengan berbagai teori parenting dan mothering, karena sangat dianjurkan bagi orang tua selaku significant others sang anak terutama IBU, untuk mendampingi langsung perkembangan anaknya. di sisi lain, tidak semua Ibu mampu menjadi stay at home mom. berikut alasan mengapa seorang ibu bekerja:

  1. Mendapat restu dan Motivasi dari Suami. Ada Ibu yang bekerja karena memang didorong oleh suami untuk mengembangkan diri di luar rumah. Izin dari suami adalah prasyarat yang utama ketika seorang Istri akan melangkahkan kakinya ke luar rumah.
  2. Membantu anggota keluarga inti. Selain peranannya sebagai istri dan ibu, wanita masih berperan sebagai anak dan kakak/adik dalam keluarganya. Apabila ia memiliki keluarga yang masih membutuhkan bantuan finansial seperti orang tua yang sudah sepuh atau adik yang masih sekolah, hendaknya seorang istri mengkomunikasikannya dengan suami. Ada suami yang mengizinkan istri bekerja untuk membantu  keluarga sang isteri karena suami tidak dapat memenuhinya.
  3. Sudah memiliki support system yang baik. Seorang Ibu ketika pergi bekerja tentu harus memastikan bahwa ia telah memiliki sistem pendukung yang baik dan dapat dipercaya untuk tumbuh kembang putra/i nya. Ketika ia tinggalkan bekerja dari pukul 07.30 hingga 17.30 misalnya, siapa yang menjaga sang anak dan Ibu juga memastikan sang pengasuh memiliki ikatan/ bonding yang juga baik dengan anak. Usahakan ketika sudah berada di rumah, tidak ada yang ‘memegang’ anak kecuali Ibu.
  4. Menambah Ilmu dan wawasan. Banyak Ibu yang bekerja untuk meningkatkan kapasitas diri. Ilmu yang dipelajari bila tidak diamalkan dikhawatirkan bisa menguap ke udara, layaknya sinapsis-sinapsis yang sudah terhubung di otak apabila tidak diaktifkan, maka bisa terputus.
  5. Tidak bisa diam di rumah. hmm,, bukan berarti jenis ibu yang ini ADHD atau hiperaktif ya..cuma memang ada lho, Ibu yang tidak bisa diam di rumah. Sudah mencoba untuk tinggal di rumah sebagai SAHM, namun justru bukannya dekat dengan anak, ia malah uring-uringan karena merasa kurang kegiatan. Jenis Ibu ini biasanya adalah Ibu yang di masa sekolah/ kampus adalah wanita yang aktif, super dan luas pergaulannya. Ada pula ibu yang ketika di rumah justru banyak bercengkerama dengan gadget dan dunia maya padahal anak ada di sebelahnya sedang memelas minta di ajak main 😦 Saya bahkan  menemukan kasus, di mana seorang istri yang tinggal di rumah, justru banyak menitipkan anaknya bersama pengasuh, sementara ia bercengkerama dengan teman kuliah dan hang out. waduh,, ini mah gawat ya. Mungkin MMKB, masa muda kurang bahagia.
  6. Memiliki visi dakwah. Sebagai agama yang Syamil wa mutakammil (sempurna dan menyeluruh), Islam mengajarkan bahwa kita semua adalah da’i atau penyeru kebaikan sebelum segala sesuatu (nahnu du’at qabla kulli syai’i). Bekerja menjadi salah satu cara seorang Ibu selaku wanita muslimah untuk mengajak orang lain kepada kebaikan. Misalnya Ibu yang berprofesi dalam bidang SDM ia dapat mengarahkan karyawan menuju karakter yang Islami, Ibu Manager dapat mendorong perusahaan menelurkan kebijakan yang luas kebermanfaatannya bagi banyak orang terutama bagi kaum ibu, atau Ibu yang berprofesi sebagai anggota DPR dapat menghasilkan undang undang yang berkualitas dan jauh dari nilai-nilai kemungkaran.
  7. Mampu mengatur waktu dengan baik ketika bekerja. Ibu yang bekerja cenderung merasa waktunya terbatas sehingga perlu diatur. bukan berarti SAHM tidak termanage waktunya ya.. tapi ada orang-orang yang ketika tinggal di rumah, ia tidak merasa terikat dengan apapun sehingga lebih banyak waktu yang terbuang karena ketidakpandaian mengatur waktu. Ibu bekerja cenderung merasa waktu dengan si kecil terbatas sehingga memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan si kecil sebaik-baiknya.
  8. Memperluas networking. Jaringan adalah sesuatu yang mahal saat ini. Ini juga adalah yang pernah disampaikan oleh Rasulullah, silaturahim pintu rezeki. Pernah merasakan mendapat banyak kemudahan dari Allah lewat berbagai jaringan yang kita miliki? di masa kuliah dulu, dalam salah satu camp kepemimpinan kami pernah ditugaskan mengumpulkan sebanyak banyakanya kartu nama orang dari berbagai profesi dan keahlian. Tentu selain dapat dimanfaatkan untuk pribadi, juga untuk organisasi bukan? kalo di kampus ya minimal fundraisinglah.
  9. Memperbaiki kepribadian. Iyakah? ya. ada Ibu yang bekerja karena dengan berinteraksi dengan banyak orang, ia akan menyadari ada berbagai jenis karakter orang di dunia ini. Ia menjadi terlatih untuk menghadapi dan berinteraksi dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda-beda. Karyawan yang suka ngegosip, Manajer yang jutek, Atasan yang asik, atau HRD yang super cuek dan suka kenceng -kenceng dengerin video di HP kala jam kerja. eh,, awas itu kaburomaqtan. hihi..
  10. Menambah pemasukan keluarga. Bukan berarti sang suami malas bekerja, jika ada Ibu yang punya motivasi seperti ini.
  11. Bisa Belanja dengan uang sendiri. Ada Ibu yang mengaku pada saya, merasa kesulitan dengan statusnya yang tidak berpenghasilan saat ini. Pas mau beli buku, suami ga kasih. Mau beli itu, suami ga kasih.
  12. Mengurangi Kebiasaan Belanja Online. Lho? apa pulak ini? Ada Ibu yang bekerja untuk mengisi waktu, karena ketika di rumah suaminya lebih uring-uringan. Apa pasal? tiap hari sang isteri minta ditransfer ke rekening online shop ini dan itu.
  13. Latihan Kemandirian. Bukankah isteri yang mandiri lebih dicintai? tapi jangan terlalu mandiri ya. yang wajar aja, misalnya bisa ke pasar naik motor sendiri pagi-pagi di hari sabtu, kala suami tak bisa menemani (karena masih mesra sama kasur. hehe..

Tapi banyak pula catatan penting untuk Ibu bekerja ya. Tentu tidak bisa dibahas semua di sini. Tunggu tulisan berikutnya!

Iklan

Satu pemikiran pada “13 Alasan Ibu Bekerja

  1. Ping balik: Kenapa Ibu Harus Kembali ke Rumah | mutiarakhodijah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s