Baby G Part 2

Awal kehamilan kuceritakan di sini, lanjutannya ini:

Hari hari kulalui dengan menyiapkan diri untuk persalinan, menyiapkan birth plan dan sebagainya. Belum terpikir saat itu untuk melahirkan dengan provider yang Gentle. Rencana kami memang melahirkan di RS yang berjarak hanya 15 menit dari rumah, dengan Dsog yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Alhamdulillah informasi bahwa beliau sabar dan terutama pro normal menguatkan keyakinan untuk melahirkan di sana. Namun aku mulai khawatir akan prosedur rumah sakit, karena banyak dari list birth plan  ku rasanya sulit tercapai jika nantinya aku melahirkan di sana. 

Aku tidak mau jika sampai RS harus telentang menanti pembukaan demi pembukaan. Aku tak mau episiotomy atau pengguntingan perineum, aku tak mau induksi pitocin jika tidak diperlukan, pemecahan ketuban secara sengaja dan aku ingin dokter melakukan penundaan tali pusar. Waktu yang sempit setiap kontrol menyebabkan aku tak bisa menyampaikan birth plan ku dengan baik.

Pada usia kehamilan 38w, aku mengalami keseleo persis di pergelangan kaki yang sudah dua kali mengalami trauma keseleo. Saat itu aku terjatuh setelah turun dari mobil, mungkin juga karena darah rendahku, sehingga setelahnya suami tidak lagi memberiku izin untuk berpuasa (saat itu masih ramadhan). Jadilah aku hanya berbaring dan duduk di tempat tidur, shalat pun di tempat tidur, ke kamar mandi? Digendong suami. Hehe..Dua hari istirahat dan diurut, aku merasa lebih baik dan nyerinya hilang. Aku dan suami kemudian melakukan kontrol rutin ke dsog dan berbelanja bersama ibu. Esok subuhnya aku kembali berjalan kaki ke mesjid bersama suami, dilanjutkan dengan jalan pagi. Hasilnya? Bengkak kakiku bertambah parah dan setelah diurut dan diobati tak juga kunjung membaik. Nyerinya bertambah setelah diajak berjalan. Ah, harusnya aku benar benar istirahat kemarin. Aku menyerah. Agaknya aku memang tidak bisa banyak bergerak dan berjalan. Hmm..padahal dsog sudah mengingatkan usia kehamilanku sudah aterm, cukup bulan sehingga kami harus bersiap siap. Tinggal menghitung hari, istilah dokter. “kalau sudah muncul flek atau ketuban pecah, segera ke lantai atas ya..segera ke RS walaupun sedang malam takbiran” jadilah aku menggantinya dengan gerakan jongkok berdiri. Suami yang paling semangat dalam hal ini..hoho..

Bersambung..

Iklan

Satu pemikiran pada “Baby G Part 2

  1. Ping balik: Baby G: Gentle, Genious, Ghazy | Positive Psychology

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s