Love Yourself: Seni Menjual Diri bagian 1

Beberapa hari lalu, kantor saya kedatangan tamu, seorang psikolog dari UNPAD dan Doktor ilmu administrasi dari FISIP UI, namanya Irfan Aulia. Nama depannya mirip dengan nama suami, adek saya, dan nama penyanyi dangdut. Makanya kakak saya dahulu kala menggugat. Dia minta nama adek diganti karena mirip nama penyanyi dangdut, takdir Allah iparnya namanya Irfan juga #lho mbleber bahasannya kemana-mana.  

Tema materi yang mau beliau sampein sebenernya berjudul Seni Menjual Diri. Tapi openingnya lumayan lama, sampe materi yang kebuka baru dikit banget. Beliau mendalami NLP, Neuro-Linguistic Programming yang jaman saya kuliah dulu sudah diprediksi akan menjadi ilmu yang seksi untuk dipelajari dan diaplikasikan. Saya belum sempat (artinya masih ada niat) untuk merapikan tulisan ini, tapi saya publish aja sementara, karena pekerjaan juga sudah merengek minta disentuh. Tulisan ini polos, hampir mirip verbatim cuma batuk dan ketawanya ga ditulis. Selamat menikmati.  

love yourself

MILIKI KONSEP DIRI POSITIF

(Opening by Dr. Irfan Aulia, Psi)

Pernah kepikiran ga sih, kenapa ada orang  yang kelihatannya bahagia terus? Atau kenapa ada orang yang beruntung terus, sementara yang lain kayak ‘sial’ terus? Saya pernah mikirin ini, yang bermuara pada akhirnya Saya mempelajari NLP, Neuro-Linguistic Programming.

Sebelum kita ngomongin ‘Seni Menjual Diri’, kita bahas dulu tentang konsep diri ya. Ini materi dasar banget yang dipelajari di Psikologi. Konsep diri itu kira-kira, hal-hal yang kita percayai benar tentang diri kita. Kemampuan kita untuk melihat apa yang kita pahami, itulah konsep diri. Nah, pertanyaan selanjutnya: Apa yang kita jual bermanfaat buat kita?

Penolakan bagi orang Marketing itu biasa aja, beda dengan orang yang ga pernah ngalamin penolakan calon customer. Ditolak sekali, baper. Pundung.  Jangan lupa bahwa sebagian besar penjual bisa menjual produk pertama mereka setelah mengalami 33 kali penolakan! dan penelitian membuktikan bahwa orang sukses mengalami 3 kali lipat kegagalan dibandingkan orang biasa.

Kenapa ada orang yang dibayar mahal untuk skillnya? Ada orang yang masuk kerja 2 minggu sekali, tapi dia dibayar USD 5500. Saya sempat bertanya-tanya, ini orang keliatannya biasa aja tapi kok dia bisa dibayar segitunya? Dia punya kemampuan menentukan koordinat BTS. Akhirnya saya menemukan, bahwa kunci suksesnya adalah dia selalu memandang dirinya positif. Dia selalu menyikapi semua kegagalan dan keberhasilannya sebagai rangkaian proses yang luar biasa.

Coba deh baca Art of Unconscius Mind karangan W Gunawan. Dari sana saya mengetahui, bahwa ternyata ada lho orang yang punya mind set, konsep diri: TAKUT BERHASIL. Bukan takut gagal lho, tapi takut berhasil.    

Sekarang pertanyaannya, yakin ga sama keMahaKuasaan Allah? Bahwa apa yang Allah ingin terjadi, bisa terjadi. Kun, Fayakun!  Anda yakin itu semua, Anda yakin Allah Maha Menolong hambanya. Dengan situasi seperti itu yakin ga anda bisa naik haji tahun depan?

Ini juga yang merupakan ujian bagi jenis usaha kelas menengah. Kelas menengah, dia bukan usaha kecil tapi juga ga besar-besar banget.  Usaha jenis ini biasanya punya mind set takut berhasil. Dia takut kalo usahanya bertambah besar, akan ada banyak perubahan. Tambah karyawan ga guyub lagi, misalnya. Dan seterusnya.

Pertanyaannya adalah apakah kita benar-benar memilih apa yang kita yakini dan kita bahagia dengannya? Tidak ada penjual sukses yang ga suka dan ga senang dengan barang jualannya!

Anda harus membuat diri Anda menyenangkan bagi diri anda sendiri sebelum anda bisa membuat orang lain menyenangi diri  Anda.

Bersambung ke sini.

Iklan

Satu pemikiran pada “Love Yourself: Seni Menjual Diri bagian 1

  1. Ping balik: Seni Menjual Diri: Bagian 2 | Positive Psychology

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s