MASAKAN DAN ITSAR IBU

white-table-with-varied-vegetables_1112-328

Bahan Masakan Segar Mama kita via http://bit.ly/2kMdlyn

Hari ini saya menemukan sebuah video dari Asian Crush, dan kemudian membaginya di timeline Facebook saya: http://bit.ly/2k11zMe. Captionnya: Mom’s Meal are the most delicious world in the world. Video yang sangat menyentuh, tentang seorang Ibu sekaligus nenek yang ingat anaknya yang sakit. Dia kepengenn banget masakin anaknya sampai mengarungi sungai, melewati bukit, hujan-hujanan, mengumpulkan bahan makanan terbaik padahal usianya udah ga muda lagi (63 tahun) dan matanya udah ga awas lagi karena menderita katarak. Hmm kelanjutannya sila ditonton sendiri ya.. jangan lupa siapin tissue sama telepon. Siapa tau kamu jadi pengen langsung nelpon Ibu kamu. Iya. Karena kadang Ibu kita cuma pengen denger suara kita atau liat wajah kita, itu udah jadi pengobat rindunya. Apalagi kalo rutin ke sana bawa cucu-cucunya. Ya  Allah.. ilang dah semua itu rematik :D.

Akibat nonton video ini jadi panjang. Saya memang -seperti tulisan di atas- langsung nelpon Ibu (yang usia beliau 62 tahun), kuatir kenapa-kenapa atau dia kangen sama saya.. eh pas saya telpon ternyata beliau lagi Liqo, alhamdulillah.. kirain lagi mellow juga kayak saya. hehe… dan akibat lainnya adalah: saya  bikin tulisan ini. Jangan bosen yaak.. cuma pengen cerita tentang sosok-sosok Ibu inspiratif dalam hidup saya yang masakannya paling ngangenin sedunia.

==========================================================================

Nining betine (Nenek) Satemah Allahuyarham adalah Istri dari Nining lanang KH. Mustofa (Allahuyarham), di dusun Pematang Bange. Saya seusia SD kala itu, hanya bertemu dengan Nining betine. Dulu setiap saya sowan ke dusun, Nining SELALU mijitin cucu kecilnya tanpa diminta.. padahal kudunya cucu yang mijitin Nining ya.. heu.. walau badan beliau sudah bungkuk pada waktu itu, masih aktif ke sawah dan paling ‘ga bisa diem’. Masakan beliau alami, mancing ikan sepat di pauk, langsung di steam gitu segeerr bener-bener rasa alami. Tokoh Nenek di video ini mengingatkan ke beliau juga. Semoga di syurga Nining muda kembali ya.. aamiin ya Allah..

Nyai Maimunah (Allahuyarham) dikenal sebagai ibu rumah tangga yang amat piawai dan sabar memasak. kue delapan jam, maksuba, dan berbagai menu harian lebaran ataupun kondangan masih beliau kerjakan atau kapteni sendiri hingga usia lanjut. Beliau juga aktif mendorong saya rajin masak sendiri sebelum menikah demi suami..hehe..ngomong-ngomong beliau kesengsem banget sama calon suami saya yang waktu itu saya masih ragukan. Beliau masih sempat ikut lamaran kami, sayang takdir Allah menentukan beliau wafat sebelum Saya menikah dengan calon cucu mantu idamannya.
Ibuk Syarifah adalah Ibu yang selalu itsar sama anak-anaknya.. Setiap dapat jatah makanan dari sekolah, ga pernah sesuap pun dimakan.. selalu dibawa ke rumah, di kasih ke anak2 nya dan kekeuh bilang kalo dia ga laper.. :’) Masakannya juga ngangenin banget.. walaupun mengaku ga jago masak karena ibu bekerja, masakan beliau SELALU ngangenin. Mungkin karena bahan utamanya adalah cinta dan pengorbanan.. hiks.
Mamak juga adalah sosok Ibu yang sayang banget sama anak-mantunya apalagi cucunya.. dibalik masakannya yang selalu enak, ada cinta dan jam terbang. Pempeknya yang rasanya endeeus dan sehat sekarang ini adalah hasil dari belajar ke mana-mana, baik ke palembang maupun ke bangka. Belajar dari ipar beliau yang chinese. Iya, konon yang paling jago bikin pempek memang peranakan tionghoa, sejarahnya juga gitu sih ya.. Pempek dari kata Apek (Kakek), bahkan hampir semua kuliner di Indonesia dan di dunia (Bakwan, Cakue, BakMie, Nasgor) juga dari kreasi mereka. Wajar kalo yang menguasai ‘resep rahasia’ nya ya mereka. Oiya, koreksi saya kalo salah. Bak itu artinya Pig ya.. :p
buku-nikmatnya-pacaran-setelah-pernikahan

‘Indahnya Menikah dengan Salim’ kata Ust. Salim via dakwatuna.com

Saat perkenalan pranikah dengan calon suami dulu, saya mencontek kata-kata mba Indah ketika ta’aruf dengan Ust. Salim A. Fillah yang beliau kutipkan dalam bukunya, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan.
Harapannya sih muncul jawaban model begini ya..jadi kan kesannya romantis gitu ya.. ga penting apapun yang penting dirimu..
Indah: Tapi saya ga bisa masak..
Salim: Gapapa ga bisa masak, kan banyak warung makan.. #Eeea
Ndilalah di dunia nyata yang muncul begini:
Saya: Tapi saya ga bisa masak..
Calon suami: Ya.. masak itu skill sih, bisa dipelajari kok..#Huks..
Saya berjodoh dengan laki-laki dengan standar rasa yang tinggi, paling bisa merasakan bahan makanan, dan tau jika ada bahan yang tidak bisa dikonsumsi (Mis. Arak putih/ angciu, bisa diendus sebelum dimakan). Suami juga punya standar tinggi karena masakan Mamak memang enak-enak dan standar sehatnya tinggi.
Seorang tante bahkan pernah bilang ke saya: pelajari resep dan cara masak Mamak, rugi banget kalo ga bisa mewarisi. Itu juga cita-cita saya. Kadang memang lebih cepet [dan egonya] klik resep di cookpad, padahal yang jago masak ada di depan mata. Ah.. Ibuk dan Mamak.. Love U full.
Pada akhirnya memang masak bisa dipelajari. Apalagi klo kata Mbak Wulan Darmanto itu kemampuan untuk bertahan hidup ya dari zaman purbakala (meramu). Tapi memasak dengan cinta dan keikhlasan itu yang masih perlu dipelajari.. dari para mama kita :’)

Ibrah juga dari video ini, Nenek sayang banget sama anaknya apalagi cucunya.. Nenek lebih sayang cucu melebihi anaknya, jadi biarkan mereka,, inilah kebahagiaan mereka.. mereka sakitpun kadang ga mau ngomong. Jangan sampai kita terlambat tau, karena itsar nya mereka dengan anak dan cucu.. hingga kesempatan untuk meraih pintu syurga itu hilang, naudzubillah..

Ibu bangun paling pagi tidur paling akhir.
Ibu mendahulukan anak daripada diri sendiri.
Ibu.. Setinggi-tingginya ukhuwah adalah Itsar, mendahulukan orang lain
Dan engkau telah mempraktikkan seindah-indahnya itsar.
Semoga Allah mencintaimu, Ibu
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s